Jumat, 03 Februari 2012

Sel dan Jaringan



Teori tentang sel
    Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula)
    Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)
    Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam, rongga sel tersebut yang penyusunnya disebut “Sarcode”
    Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi Protoplasma
    Matthias Schleiden (ahli botani) dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838 menemukan adanya kesamaan yang terdapat pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan. Mereka mengajukan konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . konsep yang diajukan tersebut menunjukkan bahwa sel merupakan satuan structural makhluk hidup.
    Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada protoplasma yaitu inti (nucleus)
    Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi menyatakan sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup
    Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla)

Anatomi dan Fisiologi sel
          Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus).

1. Selaput Plasma (Plasmalemma)

            Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).
            Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah:
Protein - Lipid - Protein Þ Trilaminer Layer
            Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton).
            Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.
            Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain.
            Khusus pada sel tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).
            Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain

            Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.

2. Sitoplasma dan Organel Sel
            Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel.
            Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel.

            Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).
Gbr. a. Ultrastruktur Sel Hewan, b. Ultrastruktur Sel Tumbuhan
Organel Sel tersebut antara lain :

a. Retikulum Endoplasma (RE.)
Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel.
Dikenal dua jenis RE yaitu :
• RE. Granuler (Rough E.R)
• RE. Agranuler (Smooth E.R)

Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

b. Ribosom (Ergastoplasma)
Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.

Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

c. Miitokondria (The Power House)
Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran.
Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista

Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House".

d. Lisosom
Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym.

e. Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom)
Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa.

Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.

J. Sentrosom (Sentriol)
Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
g. Plastida
Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Dikenal tiga jenis plastida yaitu :
1. Lekoplas
(plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),
terdiri dari:
• Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan,
• Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak).
Proteoplas (untuk menyimpan protein).

2. Kloroplas
yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan
klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.

3. Kromoplas
yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :
Karotin (kuning)
Fikodanin (biru)
Fikosantin (kuning)
Fikoeritrin (merah)

h. Vakuola (RonggaSel)
Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas

Vakuola berisi :
• garam-garam organik
• glikosida
• tanin (zat penyamak)
• minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar
Zingiberine pada jahe)
• alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)
• enzim
• butir-butir pati

Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil.

i. Mikrotubulus

Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel".
Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
j. Mikrofilamen
Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.

k. Peroksisom (Badan Mikro)
Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
3. Inti Sel (Nukleus)

            Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :
• Selapue Inti (Karioteka)
• Nukleoplasma (Kariolimfa)
• Kromatin / Kromosom
• Nukleolus(anak inti).

            Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu :

Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpai
pada bakteri, ganggang biru.
Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti).
            Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.

2.2 Jaringan
2.2.1 Definisi dan macam-macam jaringan
          Jaringan adalah sekelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.
            Macam-Macam dan Jenis-Jenis Jaringan Pada Manusia dan Hewan
1. Jaringan Otot
Jaringan otot adalah jaringan yang memiliki fungsi untuk pergerakan anggota tubuh agar dapat bergerak.
Membran sel otot disebut sarcolema.
Plasmanya disebut sarkoplasma.
Jenis-jenis jaringan otot:
a. Otot polos (otot licin)
Berujung runcing dan memiliki inti sel yang terletak ditengah.
Terdapat pada bagian dalam tibuh, misalnya pada dinding saluran pencernaan makanan (usus dan lambung), didnding pembuluh darah dan dinding saluran pernapasan.
Sifat gerakannya : menurut kehendak kita dan tidak tahan kelelahan
b. Otot rangka (otot lurik)
Dalam 1 serabut otot lurik terdapat banyak inti yg terletak dibagian pinggir.
Miofibril otot ini memiliki garis-garis gelap dan terang.
Melekat pada rangka.
Sifat gerakannya : menurut kehendak kita dan tidak tahan kelelahan
c. Otot jantung
Sama seperti otot lurik tetapi memiliki inti sel yang terletak dibagian tengah,
Keistimewaan : sel nya bercabang-cabang dan saling berhubungan melaui ujung-ujungnya.
Merupakan pembentuk jantung
Sifat gerakannya : tidak menurut kehendak kita dan tahan kelelahan
Perbedaan antara otot Polos, Otot Rangka, dan Otot Jantung

Otot Polos
Otot Rangka
Otot jantung
Struktur sel
Berinti satu di tengah
Berinti banyak di tepi
Berinti satu di tengah, serabut otot bersinsitium, termasuk otot lurik
Sifat kerja
Tidak sadar (involunter)
Sadar (volunter)
Tidak sadar (involunter)
Reaksi
thdp rangsang
Lambat
Cepat
Lambat
Letak
Pada dinding daluran tubuh, pembuluh darah, usus
Melekat pada rangka tubuh
Pada dinding jantung
2. Jaringan Epitel
Jaringan epitel adalah jaringan yang berfungsi untuk melindungi permukaan organ tubuh.
Jenis Epitel
Fungsi
Keterangan
Epitel pipih
Pertukan zat secara difusi dan filtrasi
Contoh :
Epitel pembuluh darah
Epitel rongga mulut
Epitel kubus
Sekresi dan abrsorbsi
Lokasi :
Pada ginjal.
Epitel silindris
Sekresi, arbsopsi, dan proteksi.
Contoh :
Epitel pada usus
3. Jaringan Pengikat
Jaringan ikat adalah jaringan yang memiliki fungsi dan tujuan untuk mengikat suatu jaringan dengan jaringan yang lainnya.
4. Jaringan Tulang
Jaringan tulang berfungsi untuk menunjang anggota tubuh / badan serta untuk memperlancar gerakan.
Jaringan tulang tersusun oleh sel-sel tulang. Diantara sel-sel tulang terdapat bahan dasar (matriks) yang mengandung zat kapur.
Zat kapur yang menyebabkan tulang menjadi keras.
5. Jaringan Tulang Rawan (kartilago = chondrion)
Disusun oleh sel-sel tulang rawan.
Sel tulang rawan disebut chondriocyt yang berasal dari chondrioblast ( sel tulang rawan muda).
Selaput pembungkus tulang rawan disebut perikondrium yang berfungsi membentuk tulang rawan pada orang dewasa. Sedangkan pada janin, tulang rawan berasal dari jaringan ikat embrional.
Tulang rawan terrapat pada persendian dan daun telinga.
6. Jaringan Darah
Jaringan darah adalah jaringan yang berfungsi untuk mengedarkan zat makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.
Jaringan darah terdiri atas dua komponen yaitu sel darah dan plasma darah (cairan darah).
Darah terbagi atas:
1. Sel darah : sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) (terdiri dari monosit, limfosit, eosinofil, basofil, dan neutrofil), serta keping darah (trombosit).
2. Plasma darah
3. Serabut = benang-benang fibrin
7. Jaringan saraf
Jaringan saraf merupakan jaringan dasar yang terdapat hampir di seluruh jaringan tubuh sebagai jaringan komunikasi.
Fungsi jaringan saraf menerima dan meneruskan rangsangan.
Tempat hubungan neuron yang satu dengan yang lainnya disebut sinapsis.
Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf yang disebut neuron.
Neuron terdiri dari :
· Badan Sel
· Dendrit
Dendrid membawa rangsang ke badan sel. Akson meneruskan impuls ke sel saraf lainnya.
· Akson (neurit)
Akson berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke sel saraf lainnya.
Akson diseliputi oleh selubung neurelemma (sel schwann) di sebelah luar dan selubung myelin di sebelah dalam. Plasma pada akson disebut aksoplasma.
8. Jaringan Lemak
Jaringan ini berbentuk longgar, tersusun oleh sel-sel lemak, bentuk poligon.
Memiliki sebuah rongga yg berisi tetes-tetes lemak.
Jaringan lemak berfungsi menyimpan lemak, cadangan makanan, bantalan, proteksi, dan isolasi panas (menghindari hilangnya panas tubuh).

0 komentar:

Posting Komentar

 
;